10:24:00 PM
5
Melanjutkan topik nikah dalam blog Keluarga Sakinah. Setelah sebelumnya membahas hukum nikah kita lanjutkan dengan rukun nikah. Rukun yaitu pokok pekerjaan itu, sesuatu yang harus ada dalam suatu perbuatan. Misalnya niat dalam sholat tidak dapat dipisahkan dengan sholat itu sendiri. Sholat tanpa niat sama halnya dengan tidak sah.

Ada sebuah pertanyaan, lebih utama mana antara menikah dan tekun beribadah tanpa menikah. Dalam menjawab pertanyaan ini, para ulama berbeda pendapat. Menurut pendapat yang unggul (kuat) bahwa yang paling utama adalah, menikah dan juga tekun beribadah.

Adapun rukun nikah telah ditetapkan harus ada lima hal sebagai berikut:
  1. Pengantin Lelaki (zauj)
    • Berumur baligh, bila masih kecil, maka bapak atau kakek qabulnya. 
    • Berakal, bila hilang akalnya, maka bapak qabulnya. 
    • Tidak senasab atau sesusuan (radla) dengan pengantin wanita 
    • Dengan kehendak sendiri (ikhtiar). Tidak sah bila dipaksa. 
    • Menentukan dan mengetahui nama wanita yang akan dinikahi, mengetahui akan status calon istrinya, perawan atau janda dan sudah lepas ‘iddah.
  2. Pengantin Wanita (zaujah)
    • Berusia baligh 
    • Berakal
    • Tidak Senasab dan tidak sesusuan dengan pengantin lelaki
    • Kehendak sendiri, tanpa adanya paksaan selain wali mujbir bapak/kakek
    • Mengetahui lelaki yang akan menikahi dirinya.
  3. Wali Nikah
  4. Wali haruslah seorang Islam, baligh, berakal, merdeka,
  5. Mahar
  6. Shighat

Sumber:
Kitab Tabiyinal Islah
Kitab Qurrotul uyun

Pelemsewu, 23-08-2012